Mempromosikan dan Melindungi Demokrasi di Kamboja

Pada Juli 2023, Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, mengumumkan kemenangan dalam pemilihan umum yang diliputi oleh kecurangan. Kemenangan ini tidak mengejutkan mengingat tindakan pemerintah Hun Sen yang sebelumnya telah membungkam media kritis dan melarang partai oposisi utama, Candlelight Party, berpartisipasi dalam pemilu. Meskipun kekuasaannya kini dialihkan kepada putranya, Hun Manet, Hun Sen tetap memegang kekuasaan besar dalam pemerintahan. Situasi ini menyoroti urgensi advokasi untuk memajukan demokrasi di Kamboja, mengingat kondisi demokrasi yang semakin memburuk di negara tersebut.

Menanggapi situasi ini, Mu Sochua, seorang aktivis pro-demokrasi Kamboja, berkolaborasi dengan Kurawal untuk meningkatkan kesadaran global mengenai krisis demokrasi di Kamboja. Upaya ini bertujuan untuk menekan pemerintah Kamboja yang otoriter melalui berbagai strategi advokasi. Mu Sochua tidak hanya menerbitkan artikel-artikel yang mengangkat isu-isu tersebut tetapi juga mendirikan Khmer Movement for Democracy (KMD). KMD aktif dalam menyelenggarakan protes internasional, seperti di Sidang Umum PBB, serta melakukan dialog dan advokasi yang melibatkan diaspora Kamboja dan berbagai lembaga internasional.

Cari tahu lebih lanjut tentang KMD dan upaya mereka mengembalikan demokrasi ke Kamboja di situs mereka di sini.