Diskusi Politik Elektoral di Asia Tenggara

Selama satu dekade terakhir, otoritarianisme di Asia Tenggara menguat, bersamaan dengan meningkatnya biaya hidup dan perlambatan pertumbuhan ekonomi, terutama setelah pandemi COVID-19. Situasi ini, sayangnya, kian menggoyahkan kekuatan demokrasi di kawasan. 

Melalui diskusi "Politik Elektoral di Kawasan Asia Tenggara: Studi Kasus Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Kamboja", Asia Research Center Universitas Indonesia (ARC UI) bekerja sama dengan Pusat Kajian Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (Puskapol FISIP UI) dan Kurawal berusaha mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu kemunduran demokrasi di Asia Tenggara serta mencari solusi untuk perbaikannya. Diskusi ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara akademisi dan masyarakat sipil guna mendukung ketahanan demokrasi. Diskusi ini dihadiri oleh Dr. Ross Tapsell dari Australian National University, Made Supriatma dari ISEAS-Yusof Ishak Institute, Sam Rainsy sebagai politisi oposisi di Kamboja, dan Prof. Maria Ela L. Atienza dari University of the Philippines.

-----

Saksikan diskusinya di sini.