Bagikan Artikel

Tangis dari Tepi Proyek Strategis Nasional

Buku | 01 May 2025

Setiap kali sebuah Proyek Strategis Nasional (PSN) diumumkan, kita disuguhi narasi besar tentang pertumbuhan ekonomi, lompatan infrastruktur, dan masa depan Indonesia yang “lebih maju.” Tol baru, gedung tinggi, kawasan industri, bahkan Ibu Kota Negara yang megah—semuanya diklaim sebagai jalan menuju peradaban baru.

Namun ada satu pertanyaan yang jarang diajukan: kemajuan untuk siapa?

Buku "Tangis dari Tepi Proyek Strategis Nasional" adalah upaya menjawab pertanyaan itu. Bukan dengan teori, bukan dengan retorika, melainkan lewat fakta-fakta di lapangan. Di balik megahnya PSN, tersimpan kisah tentang tanah yang direbut, kampung yang terancam hilang, dan masyarakat adat yang dipinggirkan atas nama pembangunan.

Lewat serangkaian liputan mendalam dari Kalimantan Timur, Jawa Barat, hingga Maluku Utara, buku ini merekam suara-suara yang sering kali tak masuk dalam siaran pers atau pidato pejabat. Ada warga Telemow yang lahannya diklaim korporasi berafiliasi dengan elit politik. Ada petani di lingkar tambang nikel yang kehilangan tanahnya demi industri baterai dunia. Ada masyarakat yang berhadapan dengan aparat, bukan karena melanggar hukum, tetapi karena mempertahankan hidup.

Ini bukan sekadar kumpulan karya jurnalistik. Ini adalah catatan penting tentang bagaimana ambisi negara bisa menjadi luka bagi rakyatnya sendiri. Tentang bagaimana pembangunan bisa berjalan dengan logika membungkam: yang menolak, dikriminalisasi; yang bertanya, diabaikan.

Buku ini bukan ajakan untuk menolak pembangunan. Tapi ia adalah pengingat: bahwa kemajuan tanpa keberpihakan hanya akan melahirkan jurang, bukan jembatan.

 

Judul:Kumpulan Karya Jurnalistik: Tangis dari Tepi Proyek Strategis Nasional
Penulis:Anza Suseno, Arif Fadillah, Bambang Arifianto, Fadli Kayoa, Fitri Wahyuningsih, Kartika Handayani, Mahmud Ici, Mario Pierre Panggabean, Muhammad Razil Fauzan, Muhibar Sobary Ardan, Rangga Firmansyah, Sahrul Jabidi, Suryani S. Tawari, Virliya Putricantika
Taggal rilis: Mei 2025
Jumlah Halaman: 230 halaman
Penerbit:AJI Indonesia